Monday, December 3, 2012

Bukankah Cinta Itu Indah..


Temanku, pernahkah engkau jatuh cinta? Tatkala engkau melihatnya..seluruh dunia yang pada mulanya gelita 
seakan mula bercahaya..Tatkala bayangnya melintasi langkahanmu.. hadirnya tiba-tiba mengencangkan degup jantung yang engkau sendiri tidak mengerti mengapa ia terjadi..Takkala hatimu ketika itu memendam rasa ke dasar hati yang paling dalam..sehingga tiada siapa yang mengetahui..maka bukankah ketika itu, engkau menundukkan rasa..'apakah cintaku ini.. yang di sana merasa...?'

-gambar hiasan-

Pasti engkau pernah mendengarkan kisah ini, ketika seorang puteri raja di zaman Ibnu Sina jatuh sakit dan ..Dipanggil tabib keseluruhannya tiada satu yang mampu mengubatinya.Kemudian, ketika Ibnu Sina mendatanginya..diletakkan tangannya di atas dada lalu disuruh mereka yang hadir menyebutkan satu persatu 
negeri yang ada di negara itu..sehingga apabila disebut satu negeri, maka berdeguplah jantung puteri itu 
dengan pantasnya..kemudian disebutkan pula daerah-daerah yang ada di negeri itu sampailah satu nama daerah yang disebut berdegup kencang sekali lagi jantungnya..kemudian disebutkan pula nama-nama lelaki yang ada di daerah itu..hinggalah tiba nama pemuda itu, tahulah Ibnu Sina yang puteri itu jatuh sakit kerana ada cintanya pada pemuda itu..lalu diarahkan pemuda itu untuk datang ke istana..ketika menyebut-nyebut nama pemuda itu terbukalah mata sang puteri itu..

Begitu hebat bukan penangan cinta..Sehingga yang kuat bisa menjadi lemah..

-cinta itu bisa memukau pandangan mata-

Namun, tidak selamanya cinta melemahkan, kerana cinta bisa membuat engkau menjadi lebih kuat, membuat hidup jadi lebih bermakna, menjadikan engkau sanggup mengharungi segalanya walaupun engkau tahu ada duri menanti di sana..lalu, jika cinta itu kadang-kala menyakitkan tatkala yang dicinta tidak mampu 
membalas..maka...cinta apakah yang akan hadir untuk selamanya? Cinta apakah yang akan menyirami, yang tidak akan menyakiti, yang tidak perlu engkau bertanya-tanya dan berteka-teki, apakah cinta engkau akan dibalas atau tidak..yang tidak perlu engkau bermuram durja dan sepi, kerana engkaulah yang pertama-tama yang ditanya untuk menerima cinta itu..."apakah engkau mahu mencintai Aku..?"

Ingatkah engkau kepada cinta wanita abid bernama Maryam, ketika cintanya menghasilkan keyakinaan akan 
kurniaan  Allah dari langit. Tiada diragu akan lapar ditanggung, kerana Allah telah siap menghidangkan 
makanan di sisinya tiap waktu..Ingatkah engkau kata-kata  Maryam berkata kepada Nabi zakaria apabila 
deritanya sudah tua namun masih tiada dikurniakan anak? Ingatkah engkau pula akan kisah Rabiatul 
Adawiyah..kisah Asiah yang saat mengakhiri derita hayatnya, dijelmakan mahligai pada pandangannya sehingga menghilangkan segala perit diseksa..keutuhan cinta yang bagaimanakah itu sehingga diabadikan untuk diceritakan Allah kepada nabiNya..


Tidak mahukah engkau wahai teman..jika tidak setanding mereka sekalipun..apa kata kita bermimpi..akan 
menjadi ketua segala bidadari..di saat ini binalah ratusan mimpi..kerana dengan mimpi..engkau pasti bercita 
untuk merealisasi..

Ketahuilah temanku...Saat ini Allah sedang bertanyakan kepada engkau.. "Apakah engkau tidak mahu mencintai Aku..apakah engkau tidak mahu menjadikan cinta Aku cinta paling agung yang ada dalam hatimu...Adakah engkau tidak mahu benar-benar mentaati aku.."

Bukankah Allah berfirman.."Ingatlah kepadaKu, maka aku ingat kepadamu.." [2:152]
Bukankah kata-kata dari Allah itu begitu menyentuh hatimu...

Temanku, kisah ini turut menyentap kalbuku, membuat hati berasa luluh, apakah kecintaanku melangit pada kekasih yang dirindu..apakah cintaku seperti cinta mereka yang diceritakan itu..ketika wanita-wanita menanti kepulangan suami, anak..saudara..yang pergi berperang..apabila mereka pulang dari berperang yang ditanya bukan suaminya, apakah masih hidup suamiku..bila dikhabarkan oleh orang "suamimu telah syahid..."mereka bertanya "Rasullulah..bagaimana Rasulullah?" Seolah-olah tiada peduli akan suaminya yang telah syahid..apabila wanita-wanita itu bertemu Rasulullah maka rasulullah mengkhabarkan perkara yang sama..maka mereka menjawab dengan syahdu.."Tiada lagi musibah setelah melihat Engkau wahai Rasulullah.." namun, setelah pulang ke rumah keluarlah air mata menangisi..mengenangkan pendamping hidup telah pergi, suamiku sudah mati...


Lalu, bagaimana ya manifestasi cinta itu untuk zaman ini..Temanku, aku tidak tahu apakah engkau mengetahui apakah yang engkau harus lakukan..bagaimana ya, untuk menyatakan cinta itu..cinta yang tidak pernah dilihat oleh mata..bagaimanakah bisa mencinta andai tidak pernah bertentang mata..bagaimana pula hendak memberi cinta andai pemilik cinta itu telah tiada..apakah cinta memerlukan jasad semata...? Aku tahu ia amat sukar temanku..akan tetapi.. bukankah cinta akan hadir jika engkau turut melakukan perkara-perkara yang disukai oleh pemilik cinta itu..? Engkau tahu kan temanku, perkara-perkara yang dicintai baginda itu banyak temanku, bukankah ia diajar sebagai sunnah..lalu tahukah engkau temanku, apakah sunnah yang terbesar yang dicintai RasulNya..dan tahukah engkau persediaan apakah yang perlu untuk menghadapi itu..


Di sini, aku sampaikan pesananku buatmu teman, agar engkau dan aku saling mengingati..perhatikanlah.. sesungguhnya suatu yang berat yang sedang menanti dirimu..buka dan hayatilah kalamNya, surah Al-Muzammil wahyu kedua..itulah persediaan buat menghadapi hari muka..namun jika tiada hari ini cinta mendalam itu, tanyakan pada hatimu adakah engkau sudah bersedia seperti teguhnya persediaan Rasul itu..Apapun temanku, tiada paksaan dalam memberi cinta..segalanya terserah padamu...wallahua'lam..

No comments: