Saturday, February 25, 2012

engkau insan terpilih..


Terngiang-ngiang kata-kata seorang ukhti, berulang-ulang kali ayat yang sama terpacul keluar dari bibir. Tapi kata-kata itu tetap segar, menghidupkan hati yang kadang-kala mati, membasahkan jiwa yang cepat saja kering..

"Tarbiah Allah itu ada di mana-mana, cuma di tangan kita samada untuk memilih untuk menerima tarbiah itu atau tidak..dan setiap orang pasti ada tarbiahnya yang tersendiri.."

Dan..persinggahan sepuluh hari di bumi yang penuh dengan manusia yang berlainan akidah benar-benar membuka mata..mata yang selama ini buta!

Ketika ditemukan insan lain, yang baik budi pekerti, manis senyum di bibir, yang menyambut dengan ramah, pembersih, penyantun namun.. tidak punya akidah yang sama dengan kita..lalu perasaan sedih menyelubungi hingga ke dasar hati, membayangkan kisah-kisah alkafirun yang dicampak ke dalam neraka berulang-ulang kali di dalam al-quran..dan rasa itu sekaligus bercampur aduk dengan rasa syukur tidak terhingga!

"Allahuakbar! akulah insan terpilih oleh Allah, untuk lahir sebagai seorang muslim!"

Bagaikan tersentap, andai nikmat islam dan iman tidak datang kepada kita! Apakah nasib kita akan seperti mereka?

Allah! nikmat terbesar yang sering dilupa
nikmat iman dan islam!!
inikah yang ingin Engkau tunjukkan pada aku?
supaya aku bersyukur tiap detik dan waktu?

Allahuakhbar! Allahuakhbar!
Alhamdulillah!
Alhamdulillah!

"my sister is a muslim, sometimes she brings me to the mosque, and I like the way muslims pray.."
sambil tersenyum pemuda yang menjaga salah satu drpd deretan kedai itu sungguh-sungguh bercerita. Bila ditanya tidak berminatkah dengan agama yang dianuti kakaknya, lantas dijawab dia juga punya pegangan sendiri..sungguh, hidayah itu milik Allah..

Meski kita tak mampu berbuat apa-apa, biar doa kita sahabat, yang mungkin diterima oleh Allah untuk membuka hati-hati mereka. simpati sahabatku, simpatilah pada mereka yang masih mencari-cari nikmat yang telah kita miliki saat ini..


Tarbiah datang bagaikan tiada henti...

Di celah kehidupan berlainan akidah itu juga, bertempel-tempel rasa malu apabila melihat insan seakidah yang begitu sabar dan cekal membeli akhirat dengan memperdagangkan dunia..Allah! mata ini menjadi saksi ya Allah! mata ini menjadi saksi kecekalan itu!

Diriku melihat akhawat, yang benar-benar telah mengorbankan perasaan dan jiwa, sanggup mengorbankan masa, tenaga, wang pada jalan dakwah yang panjang ini, yang penuh liku ini..Berkhidmat dengan gigih seolah-olah  seorang pekerja, yang setia menanti dibayar setiap bulan atas segala penat lelah dengan pulangan mata wang. Tapi tidak! Tidak sedikit pun mereka mengharap balasan seperti itu.

Mereka bekerja dengan mengharap pada janji Allah CUMA!

ya Allah, malu..malu pada diri sendiri..
jual beli apakah yang telah kita lakukan sehingga hari ini..
apabila rasa yakin dengan janjiNya telah datang,
rasa berat sering kali mencucuk jiwa,
penatkah..letihkah...
sering kali rasa putus asa menjengah..
dan rasa tidak mampu bergerak kadang menghimpit jiwa..


sedangkan Rasulullah tidak pernah mengeluh...
"mengapa aku dipilih ya Allah untuk menyampaikan wahyuMu.."
sedangkan kita..

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 
[QS. at-taubah : 41]


"Sesungguhnya, Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga (sebagai balasan) untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." 
[QS. at-Taubah : 111]

bergembiralah wahai hati yang sering futur..
berimanlah dengan ayat-ayatNya..
malulah kepada alam yang sering berbicara..
malulah pada gunung..
pada burung..
pada muara sungai dan laut..


Cliff of Moher, Ireland

1 comment:

nurul aqila mashkuri. said...

Nice entry , Kak Nisa . Sungguh hati manusia Allah yang pegang .